Press "Enter" to skip to content

Selama Ops Patuh Singgalang, Sat Lantas Polres Solok Kota Tindak 387 Pengendara Tak Taat Aturan

SOLOK KOTA –   Selama pelaksanaan operasi patuh Singgalang tahun 2022, Polres Solok Kota melalui Satuan Lalu Lintas  menindak sebanyak 387 pengendara yang kedapatan tidak taat/mematuhi aturan tata tertib berlalu lintas.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, melalui Kasat Lantas AKP Muhammad Sugindo, S.IK, Sabtu (25/06/2022)

Diterangkan Kasaat Lantas Polres Solok Kota, dari 387 pengendara yang melanggar itu, sebanyak 67 disanksi dengan memberikan surat tilang, dengan rincian 19 terkait tidak menggunakan helm SNI (Standart Nasional Indonesia), 23 pengendara di bawah umur, 1 sefety belt, 20 karena tidak mampun menunjukan berkas kendaraan maupun SIM, 1 TNKB, 1 terkait izin trayek, 1 ODOL (Over Dimensi Over Loading) dan satu karena menggunakan knalpot bising tidak sesuai standar (knalpot racing). Sementara itu, terhadap 320 pelanggar lainnya, Sat Lantas Polres Solok Kota melayangkan surat teguran.

Selanjutnya, kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) selama operasi ini tercatat sebanyak 1 kejadian (perkara) yang mengakibatkan korban luka ringan sebanyak 2 orang dan kerugian materi senilai kurang lebih 500 ribu rupiah. Dibanding tahun lalu, disebutkan Kasat Lantas AKP Muhammad Sugindo terjadi penurunan 50 persen, dimana tercatat perkara Laka Lantas selama Ops Patuh 2021 sebanyak 2 kejadian.

Adapun pelaksanaan operasi ini dilakukan secara hunting dan stationer. Sesuai jadwal, operasi akan digelar hingga besok, Minggu, 26 Juni 2022. Selama pelaksanaan operasi patuh kali ini, disebutkan Sugindo, sesuai permintaan Dishub dan Jasa Raharja, Sat Lantas Polres Solok Kota bersama unsur terkait menggelar operasi gabungan sebanyak 3 kali.

Sebelumnya, KBO Sat Lantas IPDA Suryo Hadi mengatakan, mengingat masih dalam masa endemic, pemulihan dari dampak pandemi Covid-19, dalam pelaksanaan operasi kali ini pihak Kepolisian mengedepankan tindakan preventif, dengan melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, melalui tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga menyasar ke sekolah-sekolah dengan harapan meningkatkan disiplin tertib berlalu lintas.

Namun demikian, ditambahkan IPDA Suryo, upaya penindakan hukum tetap akan dilakukan dengan memberikan tilang atau teguran bagi pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran, terutama kepada pelanggar yang berpotensi mengundang terjadinya kecelakaan serta membahayakan pengguna jalan lain

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.