Press "Enter" to skip to content

9 Bulan Buron, Tersangka Penganiayaan yang Menewaskan Garin di Koto Panjang Solok Berhasil Dibekuk Petugas

SOLOK KOTA – Setelah hampir 9 bulan melarikan diri (Buron), terduga pelaku peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan korban jiwa yang sempat menggegerkan Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Solok, Sumatera Barat pada Rabu, 16 Maret 2022 lalu, akhirnya berhasil dibekuk Petugas, Tim Opsnal Satreskrim Polres Solok Kota .

Kapolres Solok Kota AKBP Ahmad Fadilan, S.Si, M, Si, M.Sc, dalam Keterangan Pers yang disampaikan pada Kamis, 15 Desember 2022, menerangkan bahwa Tersangka berinisial WN (27 tahun) Pengamen, warga RT 003 RW 003 Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, ditangkap di Jl. M.Yamin Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu dini hari, 11 Desember 2022, sekira pukul 01.00 WIB.

“Tersangka melarikan diri dari Kota Solok sejak hari Rabu tanggal 16 Maret 2022, usai malakukan penganiayaan, hingga akhirnya penyidik mendapatkan informasi keberadaan tersangka di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kemudian saya mengerahkan anggota untuk melakukan upaya pengejaran, sehingga terhadap Tersangka berhasil dilakukan penangkapan pada hari Minggu, tanggal 11 Desember 2022 sekira pukul 01.00 WIB di Jl. M.Yamin Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah, ” papar Kapolres.

Selama menjadi buronan, Tersangka berpindah-pindah. Terkait riwayat pelariannya, diterangkan Kapolres AKBP Ahmad Fadilan, Pada hari kejadian tanggal 16 Maret 2022, tersangka langsung melarikan diri ke Kabupaten Sijunjung, dengan diantar menggunakan sepeda motor temannya. Keesokan harinya tanggal 17 Maret 2022, meneruskan perjalanan ke Jakarta menggunakan kendaraan umum Bus NPM. Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret 2022, meneruskan perjalanan ke Kabupaten Brebes.

“Seminggu kemudian, Tersangka kembali ke Jakarta, dan bekerja sebagai pekerja pencari ikan dengan Nelayan Pelabuhan Muara Baru selama lima bulan, lalu kembali ke Kabupaten Brebes, dan singgah di rumah temannya. Seminggu kemudian Dia pergi lagi ke Kabupaten Pekalongan, dan singgah di rumah temannya selama 2 hari, lalu kembali lagi ke Kabupaten Brebes, uutuk bekerja sebagai pedagang jamu. Hingga akhirnya keberadaan Tersangka, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa itu terendus oleh petugas dan berhasil dilakukan penangkapan pada tanggal 11 Desember 2022 sekira pukul 01.00 Wib, di Jl. M.Yamin Kel. Pasar Batang Kec. Brebes Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah, ” terang Fadilan.

Adapun penganiayaan yang dilakukan Tersangka terhadap Korban berinisial M (45 tahun) warga RT 003 RW 003 Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, yang berprofesi sebagai Pedagang sekaligus Garin atau Marbot Masjid, dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka pada kepala dan jari.

Usai peristiwa, korban sempat dibawa warga ke RS Tentara Solok Rabu (16/3) sesaat setelah kejadian untuk mendapatkan pengobatan. Kemudian keesokan harinyam Kamis (17/3) korban dirujuk ke RSUD M.Natsir Solok, dan dirawat selama 3 (tiga) hari. Pada tanggal 19 Maret 2022, korban dirujuk lagi ke RSUP M.Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUP M.Djamil Padang pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2022.

Menurut Kapolres, kasus ini menjadi juga atensi dan perhatian masyarakat khususnya di Kota Solok, terlebih Korban saat itu meninggalkan satu orang istri dan 6 orang anak.

“Berkaitan kehidupan anak-anaknya, kita bersama Pemerintah Kota Solok telah memberikan perhatian, namun tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, ” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, Tersangka dijerat dengan Pasal 354 Juncto Pasal 351 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara paling sepuluh tahun.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.